Contoh Laporan Kunjungan ke Museum

Contoh Laporan Kunjungan ke Museum

Berkunjung ke museum adalah sesuatu hal yang perlu dilestarikan sebab museum adalah saksi sejarah sebuah awal peradaban manusia. Apakah SMA Anda sedang melaksanakan kunjungan ke sebuah museum? Bingung membuat laporan kunjungan? Tidak perlu khawatir, sebab artikel ini akan mengulas tentang contoh laporan kunjungan ke museum.

Melihat contoh laporan kunjungan ke museum perlu adanya agar Anda tidak bingung dalam menyusun sebuah laporan yang baik. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya di bawah ini. 

Artikel ini bekerja sama dengan Academik Indonesia untuk menerbitkan tulisan
https://www.academicindonesia.com/contoh-laporan-perjalanan-study-tour/

Kami kira ini sangat membantu anda untuk menulis laporan hasil study tour yang dikenal rumit.

Contoh Laporan Kunjungan ke Museum

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pelaksanaan kunjungan museum adalah kegiatan wajib yang dilakukan oleh SMAN 2 Yogyakarta. Kunjungan ke museum ini dilaksanakan rutin setiap satu tahun sekali. Kunjungan museum diikuti oleh peserta dari kelas XI.

Pada kali ini objek museum yang dikunjungi oleh sisswa kelas XI SMAN 2 Yogyakarta adalah Museum Kekayon. Kunjungan ke museum wayang Kekayon ini diperlukan untuk mengetahui lebih jelas wayang yang menjadi ciri khas kebudayaan masyarakat Jawa.

 Di museum tersebut siswa kelas XI SMAn 2 Yogykarta dapat mengetahui secara gambling contoh-contoh wayang beserta penjelasannya. Di  museum itu, siswa akan disuguhkan berbagai bukti kebudayaan Jawa.

  • Rumusan Masalah
  1. Bagaimana sejarah Museum Wayang Kekayon?
  2. Apa saja yang terdapat di dalam Museum Wayang Kekayon?
  • Tujuan
  1. Untuk mengetahui sejarah Museum Museum Wayang Kekayon
  2. Untuk mengetahui apa saja isi yang ada di Museum Wayang Kekayon

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Sejarah Museum Wayang Kekayon

Museum Wayang Kekayon terletak di Jalan Raya Yogyakarta – Wonosari Km 7, Baturetno, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Akses yang diperlukan untuk menuju ke museum ini sangat mudah karena berada di kawasan jalan raya Yogyakarta- Wonosari. 

Museum Wayang Kekayon didirikan untuk melesatarikan dan memberi pengetahuan kepada generasi penerus bangsa agar tidak melupakan seni dan budaya bangsa ini agar tidak diklaim oleh bangsa lain.

Museum Wayang Kekayon diresmikan pada tanggal 5 Januari 1991 oleh Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Paduka Paku Alam VII. Museum inipun mulai beroperasi sepenuhnya 1,5 tahun setelah diresmikan.

Sesuai dengan namanya. Wayang Kekayon, maka bangunan museum ini mempunyai bangunan khas jawa, yaitu rumah Adat Joglo.

Pendiri dari Museum Wayang Kekayon adalah Soejono Prawirohadikusumo. Museum ini dibangun karena beliau terinspirasi saat studi di Gronigen, Belanda pada tahun 1966-1967. Saat itu seorang direktur Rijksmuseum, Amsterdam mengatakan bahwa sebuah kesalahan dan dosa bila di Yogyakarta tidak memiliki museum wayang.

Atas perkataan direktur Rijksmuseum itulah, Pak Soejono mendirikan museum pribadi yang kemudian dinamakan museum Wayang Kekayon.

Berbekal ketekunan dan kegigihan yang luar biasa Pak Soejono pun bisa mengkoleksi banyak wayang. Selama puluhan tahun beliau membeli koleksi wayang dari sisa gajinya. Keberhasilannya mengoleksi wayang-wayang inilah yang menjadi contoh dan teladan yang baik bagi bangsanya untuk terus melestarikan kebudayaan Indonesia.

  • Isi Museum Wayang Kekayon

Museum Wayang Kekayon terdiri dari :

  1. Kompleks Museum Wayang Kekayon terdiri dari satu unit auditorium sebagai tempat pemberian informasi mengenal asal-usul dan klasifikasi wayang. Selain ruang auditorium, terdapat pula 9 unit ruang pameran yang menggelarkan segala macam jenis wayang. Baik itu wayang  yang pernah ada di Jawa atau beberapa wayang dari luar Jawa dan mancanegara.
  2. Gedung induk dengan arsitektur khas Jawa.
  3. Sejarah dalam taman yang terdiri dari bangunan-bangunan yang menggambarkan sejarah bangsa Indonesia sejak zaman manusia purba. Adapula banguna yang terpengaruh oleh Austronesia, Hindu, era Majapahit, pengaruh Islam, Belanda, era Kartasura, era Mangkubumi, zaman Jepang, sampai proklamasi.
  4. Taman dan hutan mini di depan museum yang ditata sesuai kaidah melindungi dan melestarikan flora dan fauna.

Untuk kompleks museum Wayang Kekayon terdiri dari 9 unit yaitu :

Unit  1 :

Unit  ke-1, kami disambut oleh sederetan wayang kulit lengkap dengan patung bak seorang dalang yang sedang memainkan perannya.

Sederetan wayang kulit yang terdapat di unit 1 ini nampak tidak asing lagi bagi kami. Ya, susunan wayang seperti ini biasa kami lihat ketika ada pertunjukan pagelaran wayang kulit pada umumnya. Selain itu adapula patung Raden Gatotkaca yang berdiri tegak di depannya dengan pakaian lengkapnya.

Unit  2 :

Di unit ke-2 kami melihat berbagai macam wayang dan lelakonnya seperti Ramayana, Mahabarata, dan pasca Bharatayuda.

Adapula wayang Pandawa Lima yang terdiri dari Puntadewo, Werkudara (Bima), Arjuna, Nakula dan Sadewa. Menurut cerita, Pandawa selalu disayang oleh Dewa Yang Maha Agung karena taat dan patuh terhadap perintah yang diberikan.

Musuh dari Pandawa yakni Kurawa, memiliki tabiat yang tidak baik seperti sifat serakah, dll. Dalam lelakon “Perang Bharatayuda”, Pandawa akhirnya menang dalam peperangan antar saudara itu dan para Kurawa tewas tanpa bekas. Kerajaan Hastina pun akhirnya kembali ke pihak Pandawa.

Sama halnya seperti pada unit yang kesatu, di unit kedua ini pun terdapat sebuah patung yang menggambarkan Prabu Ramawijaya dari Kerajaan Ayodya.

Unit 3 :

Di unit ke 3, terdapat koleksi wayang Madya dan Gendhong. Wayang Madya ini menceritakan tentang Parikesit Grogol sampai dengan meninggalnya Prabu Daneswara di Mendang Ka-mulyan.

Unit 4 :

Di ruangan ini khusus memajang gaya Wayang Klithik dari berbagai daerah. Di antaranya adalah wayang dengan gaya Banyuwangi yang berceritakan tentang Menak Jinggo Leno. Gaya Yogyakarta yang menceritakan tentang Damar Wulan Begal lalu adapula Gaya Tulung Agung dan Gaya Kartasuran.

Unit 5 dan 6 :

Sehubungan di unit ke-5 kosong, kami langsung saja memasuki ruangan yang ke-6. Berbeda dengan unit-unit sebelumnya, koleksi di unit ke-6 ini memiliki koleksi berbagai macam wayang seperti wayang Madura, wayang Bali dan masih banyak yang lain.

Sama halnya wayang Jawa, wayang Bali dan Madura juga memiliki cerita dan lakon yang sama dengan wayang Jawa hanya dikemas dengan bahasa yang berbeda.

Unit 7 :

Di unit 7 ini kami melihat wayang golek cepot khas Jawa Barat. Adapula Wayang Kreasi Baru.

Unit 8 :

Memasuki unit 8 ini kami melihat aneka topeng dan pagelaran mini.

Unit 9 :

Di unit terakhir ini kami melihat aneka jenis wayang dari mancanegara. Mulai dari  Wayang Thailand, Wayang Potehi, Wayang Kraton, Wayang Turis dan masih banyak pula wayang lainnya.

BAB III

KESIMPULAN

Wayang yang ada di museum Wayang Kekayon ini bukan hanya berasal dari Jawa saja, namun juga berbagi wilayah luar Jawa bahkan hingga mancanegara.

Dari berbagai ratusan wayang yang ada di beberapa unit ini, kami benar-benar mengerti bahwa setiap wayang yang ada memiliki cerita bersejarah yang banyak mengandung hikmah bagi kami selaku generasi penerus bangsa untuk tetap melestarikan budaya bangsa Indonesia.

Seperti itulah ulasan mengenai contoh laporan unjungan ke museum. yang dibuat oleh tim Academik Indonesia dot com. Semoga bermanfaat.